Printer, Si Suka Ngadat Saat dbutuhkan

0 komentar



Menemukana trik jitu saat printer blinking seluruh indikatornya di website:

http://vcssolo.blogspot.co.id/2011/12/cara-reset-catridge-hp-d2566-d2666.html


Caranya:
1. Tekan tombol silang (x) dan tahan.
2. Cabut kabel power yang ada di belakang printer.
3. Dengan tombol silang (x) masih terpencet, pencet juga tombol power.
4. Tancapkan kabel power, dalam keadaan tombol power dan tombol silang (x) terpencet, pencet 2 kali tombol (x).
Maka bersamaan dengan itu motor printer akan hidup menggerakkan mesin printer dengan suara yang sangat keras (glodak-glodak), tunggu sampai proses prepare mesin selesai. Dapat anda amati lampu tidak blink lagi dan printer siap di gunakan.
Selamat anda berhasil. Tapi jangan senang dulu, terkadang printer bermasalah lagi dengan mencetak hanya separo kemudian berhenti, sesuai yang saya alami dan atasi caranya seperti ini:

Memindahkan kontak dari HP Nokia ke Android

0 komentar

Selama ini selalu malas kalau mau ganti HP Nokia yang sudah super jadul berbasiskan Symbian ke HP lain yang lebih baru dengan Android. Kenapa? Karena satu alasan klasik: Malas memindahkan kontak satu-satu!!

Tapi ternyata teknologi memudahkan semua. Dari hasil browsing dan blog walking saya menemukan cara yang handal dan mudah. Ini dia caranya saya salinkan dari blog: http://kuwatslamet.blogspot.com/ 

Tips Bagi Ayah Untuk Menidurkan Anak

0 komentar

Biasakan anak tertidur tanpa ketergantungan dengan kehadiran Anda.

Bagi sebagian orang tua, khususnya para ayah, menidurkan bayi butuh perjuangan tersendiri. Jangan sampai kenginan membuat anak tertidur, malah anak menjadi rewel dan menangis. Karenanya, simak tips menidurkan bayi bagi para ayah:
  • Pastikan saat akan menidurkan anak Anda di waktu yang menjadi kebiasaan tidur anak Anda agar lebih mudah tertidur
  • Beberapa saat sebelum tidur, hindari aktivitas yang terlalu aktif bagi anak seperti melompat-lompat atau menonton TV. Aktivitas yang lebih santai seperti membaca atau menggambar akan menenangkan anak.
  • Anda bisa membacakan dongeng agar anak mengantuk. 
  • Anda bisa meletakkan benda-benda kesayangannya di samping tempat tidur seperti boneka atau mainan lainnya agar anak merasa nyaman

Bayi Mirip Ayah atau Ibunya Ya??

0 komentar
Mengapa bayi bisa mirip sekali dengan Anda. Atau, sebaliknya, tak mirip sama sekali. Bagaimana ini bisa terjadi?

Setiap orang tua yang baru pertama kail punya bayi merasa penting sekali melihat paras bayi untuk pertama kali. “Wah, mirip ibunya,” sahut si dokter yang membantu persalinan saat mempersilahkan ibu-anak anak bertemu wajah untuk pertama kali. Komentar yang disampaikan sahabat dan kerabat yang menjenguk Anda yang baru melahirkan bisa juga mengejutkan seperti ini, “Wah, mirip ayahnya waktu kecil!!”. Tak jarang ibu jadi kesal, seolah “andilnya” sedikit sekali.


Warisan genetik. Mirip atau tidak mirip, yang jelas setiap anak selalu dibekali “warisan” genetik dari ayah dan ibu. Sperma yang bertemu dengan sel terlur itu sudah membawa materi gennya masing-masing. Jadi, mau tak mau, anak memang tak bisa memilih apa yang sudah “diwariskan” dari orang tuanya. Baik warisan materi gen yang muncul sebagai ciri-ciri fisik tertentu seperti warna bola mata, perawakan dan lainnya. Maupun yang tak terlihat seperti penyakit, golongan darah dan lainnya.

Pendidikan Indonesia: Membentuk Generasi Dengan Sejuta Ancaman

0 komentar
Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.
Mencermati kondisi dunia pendidikan Indonesia belakangan menjadi semakin merasa miris. Republik yang telah mengalokasikan seperlima anggaran belanjanya untuk pendidikan ini masih tertatih-tatih di dunia yang dianggap vital bagi keberlangsungan bangsa ini. Mulai dari permasalahan biaya pendidikan yang mahal, infrastruktur pendidikan di kawasan tertinggal yang memprihatinkan, hingga yang terakhir karut marutnya pelaksanaan ujian nasional menjadi warna buram buruknya potret dunia pendidikan di Indonesia.
Berikut saya salinkan tulisan yang disusun oleh Prof. Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tentang pendidikan di Indonesia dan pendidikan di Amerika Serikat. Semoga dapat menggugah kesadaran kita bersama. Selamat membaca.. 

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.