Colic, Penyebab Bayi Menangis Tak Henti

Saat istri menyampaikan keinginannya untuk membeli botol susu yang katanya paling direkomendasikan oleh para dokter terutama untuk mengatasi masalah colic, saya tertarik untuk mengetahui lebih detil mengenai apa dan bagaimana colic ini.  Selama ini yang saya ketahui tentang colic baru sebatas bahwa colic ini dapat menjadi sebab bayu menangis terus menerus. Setelah browsing sana-sini berikut saya share artikel yang membahas mengenai colic. Semoga bermanfaat...

Colic adalah kram atau nyeri perut bayi yang sistem pencernaannya belum sempurna. Gejala ini sering muncul pada bayi yang diberi susu botol dan sensitif terhadap susu sapi. Bayi yang dilahirkan melalui persalinan sulit juga sering mengalami colic. Colic umumnya terjadi pada beberapa hari atau beberapa minggu setelah lahir. Saat colic, bayi sering meregangkan kedua kaki sambil menangis, terutama setelah makan. Ia bisa mengalami konstipasi atau terjadi perubahan warna tinjanya. Colic biasanya terjadi di sore hari. Jika parah bisa berlangsung hingga sepanjang malam, atau bahkan sepanjang hari. 
Apabila bayi masih minum air susu ibu (ASI), maka perlu juga memperhatikan makanan ibunya. Karena makanan ibu dapat mempengaruhi terjadinya colic melalui ASI. Jenis bahan makanan ini contohnya susu sapi, produk susu seperti keju dan lainnya, alkohol, teh, coklat dan kopi. Bumbu juga juga bisa menjadi pemicu colic, seperti cabe, lada, bawang Bombay dan bawang putih. Bahkan buah-buahan semacam jeruk, anggur, strawberry. Selain itu juga buah berbiji seperti ceri dan aprikot juga harus dihindari.

Beberapa bayi yang diberi susu botol sering malah sensitif pada susu sapi. Jika Anda ingin mengganti susu formula bayi, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Terutama bila ingin mencoba memberi susu formula dari kedelai. Karena meskipun banyak bayi yang cocok, namun susu ini bisa bersifat asam dan terlalu banyak kandungan gulanya. Ini tak baik bagi bayi. Colic sering terjadi karena bayi tak sengaja menelan udara saat makan atau disusui. Jika bayi anda diberi susu botol, maka pastikan apakah lubang di mulut botol sudah sesuai bagi bayi. Jangan sampai bayi Anda sulit menghisap susu karena lubang yang terlalu besar atau terlalu kecil. Karena ini bisa menyebabkan ia tersedak dan menelan udara. Apabila terjadi colic, cobalah bereksperimen untuk mencari posisi menyusu yang nyaman dan cocok bagi bayi. Gendonglah ia dengan kepala tegak di bahu Anda setelah makan sampai ia merasa nyaman. Jika bayi Anda tampak haus dan berkeringat saat cuaca panas, berikan air matang dengan suhu normal, yang diminumkan melalui botol susu. Namun hal ini hanya bisa dilakukan jika ia sudah cukup diberi susu. Salah satu tandanya adalah berat badannya terus naik dan sering mengompol.

Apabila bayi gelisah meskipun sudah disusui, berikan jari kelingking Anda atau empeng (dot tanpa botol) untuk ia hisap. Jika diberi susu, malah akan membuatnya mual dan memicu colic. Bahkan dalam kondisi menyusui biasa, sering terjadi pemberian ASI yang berlebihan. Cobalah untuk rileks saat menyusui bayi Anda, bacalah majalah atau buku. Bisa juga melakukannya sambil bersandar atau setengah berbaring di sofa yang nyaman. Nikmatilah saat santai ini. Ingat bahwa colic bayi tak akan berlangsung selamanya. Jika system pencernaannya sudah cukup kuat, hal ini akan hilang pada sekitar usia 3 bulan.

Sumber :http://www.mail-archive.com/balita-anda@indoglobal.com/msg13641.html

0 komentar: